Tampilkan postingan dengan label imam nahrawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imam nahrawi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 November 2017

Kadispora : Kontingen Kabupaten Garut, Siap Berlaga Di PORPEMDA Jabar 2017



Untuk pemantapan dan persiapan menuju Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) Ke XIII tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Pemkab Garut akan mengirimkan kontingen sebanyak 120 atlet dan official dari 9 cabang olahraga yang dipertandingkan, Garut siap berlaga dalam ajang Porpemda Jabar tahun 2017. Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah, 27-30 November 2017 mendatang.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kab. Garut Drs. Kuswendi, M.Si mengatakan pihaknya (Pemda- red) telah melakukan berbagai persiapan untuk ajang Porpemda yang akan digelar di Soreang Kab. Bandung mendatang.

“Pertama kami telah menyiapkan begitu lama, terutama di Bola Basket yang telah pemantapan latihan selama 10 bulan, dan untuk cabor yang lain kami telah melakukan seleksi diantaranya cabor Futsal, Catur dan Tenis Meja,”ujarnya.

Ia pun menegaskan, Mudah-mudahan dengan persiapan lebih lama kemudian diseleksi dan objektif dan hasilnya banyak atlet baru dari daerah, sehingga akan mendongkrak pada prestasi. Berbeda dengan tahun kemarin yang hanya asal tunjuk saja.

“data kontingen pun sudah kami serahkan kepada Panpel Porpemda Jabar 2017 jauh–jauh hari, kami Pemkab Garut diajang bergengsi olahraga PNS ini menargetkan sebanyak tiga medali emas,”tandasnya.

Kontingen akan berangkat dari Garut tanggal 26 November, sebanyak 120 yang terdiri dari 83 Atlet dan 37 pendamping official dan manager. Dan ada salah satu persoalan, saat tuan rumahnya di Soreang, Kabupaten Bandung yang menjadi kendala kontingen Kab. Garut adalah kehabisannya penginapan, ucapnya

menurutnya, kesuksesan sebuah pertandingan terdiri dari beberapa elemen diantaranya penginapan atau hotel yang dekat tempat pertandingan, itu salah satu penentu untuk kemenangan, kalau jauh sampai memakan waktu lama dalam perjalanan bisa mempengaruhi kualitas atlet, karena kecapaian sebelum bertanding,” tuturnya.

Selain itu, ada sedikit kendala terkait efesiensi anggaran Porpemda. Ia menjelaskan, sebetulnya ada peningkatan dari tahun lalu dari Rp. 160 juta, tahun sekarang mencapai Rp. 350 juta karena ada efesiensi menjadi Rp. 250 juta. “Sebetulnya ini pun sangat minim di bandingkan dengan daerah Kab/Kota lain yang telah mencapai di atas Rp. 600 juta, Tapi ada yang lebih utama dalam ber olahraga yaitu dengan berjiwa ksatria dan menjunjung tinggi sportivitas antar PNS,”pungkasnya.

Rabu, 27 September 2017

DISPORA Provinsi Jabar, Rencanakan Pembangunan Bidang Pemuda dan Keolahragaan tahun 2018


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, menggelar rapat koordinasi dalam rangka, “Perencanaan pembangunan bidang pemuda dan keolahragaan tahun 2018” yang dihadiri perwakilan dari 27 Dispora Kab/Kota Se-Jawa Barat, di Hotel dan Resort Bayu Alam Jl. Cipanas, Kabupaten Garut, Rabu (27/09/2017) malam.


Sekretaris Dispora Jawa Barat Deni Ramdan mengatakan, Kegiatan tersebut merupakan pertemuan rutin setiap menjelang penyusunan rencana untuk tahun depan.
“Kita kumpul bersama Kab/Kota dengan mitra organisasi kita seperti, KONI, KNPI, PPI, NPCI untuk menyatukan dulu gagasannya, konsepnya, mengsingkronkan supaya apa yang direncanakan di Kab/Kota bisa yang nantinya dapat direspon dengan baik, bisa dijalankan diprovinsi dan juga bisa dijalankan di Kab/Kota.

Karena kita itu masyarakat nya ada di Kabupaten/Kota, membina atlit adanya di Kabupaten/Kota, masyarakat Olahraga nya ada di Kabupaten/Kota,”ucapnya pada sejumlah awak media.

Lebih jauh menjelaskan beberapa hal yang telah Provinsi lakukan, “mulai bantuan sifatnya material, keuangan sesuai dengan janji Gubernur sudah kita janjikan setiap Kabupaten mendapatkan satu Stadion atau GOR dan tinggal tiga Kabupaten lagi yang belum mudah-mudahan tahun 2018,”Ujarnya.

Menurutnya, Garut secara historiknya adalah gudang atlet Jawa Barat, cuman memang beberapa tahun terakhir ini agak kurang tampil. “nah ini yang sedang kita godog, apa memang ketersedian sarana dan prasarana (sapras) nya tertinggal dibandingkan Kab/Kota lain dimana-mana bikin stadion, bikin SOR, bikin GOR, nah di Garut ini belum keliatan, makanya kemarin kita telah turunkan juga anggaran cost center untuk Garut,“Ungkapnya.

Drs. H. Tito Sugito, M.M.Pd - Kabid Keolahragaan Dispora Garut

Sambungnya ia. Untuk bidang kepemudaan, Ada beberapa aspek yang pertama kita sedang tonjolkan dalam bentuk kewirausahan pemuda, kita ingin membentuk pemuda yang mandiri, dalam arti jangan sampai pemuda tergantung pada orang lain kalau sudah punya wirausaha.kedua program nasional adalah acaman tindakan distrektif narkoba, obat terlarang dan juga kekerasan.

“ini yang tadi kita sepakati semua Kabupaten/Kota, akan menjadi program bersama Kabupaten/Kota apa kegiatan yang ada di Provinsi Jabar, penangulangannya Seperti dalam bentuk pelatihan kader anti narkoba, bentuk kampanye anti narkoba dan anti kekerasan, serta sosialisasi ke sekolah-sekolah,” Pungkasnya. 

Selasa, 19 September 2017

Atlit Kabupaten Garut, Sumbangkan Medali Emas Dan Perunggu Di POPNAS XIV Semarang



Pekan olahraga pelajar nasional (Popnas) XIV tahun 2017 yang digelar di Semarang Jawa Tengah tanggal 10 sampai 21 September 2017, memasuki hari kedelapan, untuk perolehan sementara Atlet Kabupaten Garut yang ikut berjuang memperkuat dari 5 Cabor yang diikuti baru 2 Cabor yang baru bisa mempersembahkan medali untuk provinsi Jawa Barat.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab. Garut, Drs. Kuswendi, M.Si yang didampingi Kabid Keolahragaan Drs. H. Tito Sugito, M.M.Pd mengatakan, Atlet Kabupaten Garut yang memperkuat Jawa Barat di Popnas XIV tahun 2017, sampai saat ini bisa menyumbangkan sebanyak 3 medali emas dari pencak silat kelas TGR beregu dan 1 medali perunggu dari cabor tenis meja beregu, ucapnya diruang kerja, Selasa(19/09)


Menurut Kadispora, tentunya ini bisa menjadi motivasi bagi rekannya untuk nanti POPDA tahun 2018. Dengan mendapatnya 3 medali emas, sudah barang tentu nantinya bisa memperkuat tim Kabupaten Garut dieven di tingkat Jawa Barat, ujarnya.



Kuswendi mengucapkan terima kasihnya kepada para atlet yang telah berjuang untuk mengharumkan nama baik Jawa Barat pada umumnya, dan Kabupaten Garut khususnya. “Kami sangat mengaspresiasi yang setinggi-tingginya, karena memang leading sector atlit pelajar masih di kami (Dispora-red). Dan kami akan memberikan reward pada atlit juara yang berprestasi, pada tahun mendatang dan akan diberikan pada saat Haornas,”tuturnya.




Senada di katakan Kabid Keolahragaan Dispora Kab.Garut seperti di cabor pencak silat, pesilat Jawa Barat mampu mengumpulkan 5 medali emas, salah satunya 3 medali dari atlet berasal Kabupaten Garut. Sementara di cabang tenis meja ganda, atlet Kabupaten Garut mampu menyumbang untuk Jabar 1 medali perunggu. Sedangkan di cabor bola volly pada saat ini masih bertanding dan alhamdulilah masuk Final. Sedangkan untuk Atletik dan renang kita belum bisa menyumbangkan medali,”pungkasnya

Sabtu, 15 Juli 2017

LAUNCHING TEAM PERSIGAR

Persigar adalah satu dari sekian banyak klub sepakbola tanah air yaitu kebanggaan Jawa Barat khususnya di kabupaten Garut. Untuk kompetisi musim tahun 2017 ini, Persigar launching tim dengan 21 pemain dan merilis jersey terbaru mereka yang sangat ditunggu-tunggu oleh sporter Garman. Dengan tema ” Deklarasi Kebangkitan Persigar”, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gor Garuda Hitam SMKN 1 Garut, Sabtu(15/07/2017).

Pada prinsifnya kami kalau sudah dikasih kepercayaan akan bekerja all out dan kami kebetulan pencinta sepakbola. Dengan sepakbola Kami punya keinginan dan tekad, bahwa olahraga sepakbola itu adalah ikon dari suatu daerah, ikon suatu kota dan ikon suatu negara yaitu bisa diperlihatkan dari maju atau mundurnya kancah persebak bolannya, ucap ketua Persigar Drs Dadang Johar Arifin pada sejumlah awak media.


Dadang mengakui, kami menanggapi ini adalah persoalan serius menangani Persigar. Maka apapun yang dihadapi Persigar, akan mencobanya untuk bisa menepis dan menjadikannya Persigar itu tim kebanggaan masyarakat kabupaten Garut.

“saya ingin mengembalikan kejayaan Persigar seperti pada era tahun 70 an dan 80 an. Insya alloh dengan kesiapan anak-anak kami akan terus maju, apapun kami akan menghadapinya,” ujarnya.

Sambungnya untuk sponsor sendiri, alhamdulilah kami telah mendapatkan sebanyak 60 buah jersey dari MBB, jarsey yang sudah biasa digunakan di liga 1, dari telkom serta Tuelf.

Berharap, apalagi Persigar nya betul-betul bagus mainnya, serius dan bisa memenangkan setiap even pertandingan, mungkin masyarakat pun akan melihat nanti. Dan mudah-mudahan dengan tekad kami ini dengan semangat anak-anak itu bisa terwujud, Garut menjadi kan sepakbola itu industri kab Garut, “pungkasnya.


Sumber berita, http://www.koran-fakta.com/persigar-launcing-tim-dan-jersey/

Selasa, 23 Mei 2017

PENINGKATAN KUALITAS PELATIH OLAHRAGA UNGGULAN

Seksi Pembinaan Ketenagaan Olahraga Bidang Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut mengawali kegiatannya dengan mengadakan Kegiatan Peningkatan Kualitas Pelatih Olahraga Unggulan Tingkat Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2017 bertempat di Aula Cangkuang Hotel Augusta, 23 s.d. 24 Mei 2017.


Kegiatan ini diikuti oleh para pelatih dari 3(tiga) cabang olahraga unggulan, yaitu : 20 orang dari Pencak Silat, 15 orang dari Tenis Meja dan 15 orang dari Renang. Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs. Kuswendi, M.Si. Dengan mengundang pemateri seperti Drs. H. Entik Karyana, M.Pd dan Drs. H. Jaja Jafar, M.Pd serta Drs. Ade Hendarsyah, MM.




Kepala Dispora Kabupaten Garut menyampaikan, tujuannya tiada lain bahwa pelatih-pelatih di Garut, khususnya olahraga-olahraga unggulan untuk meningkatkan kwalitas dirinya, karena memang di olahraga itu ketika anaknya potensial dan kemudian ada kesalahan dalam melatih, itu tidak akan berprestasi.
“jadi ini harus adanya suatu kesatuan, antara atlit dengan pelatih itu harus betul-betul melaksanakan latihan-latihannya sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” Ucap Kadispora Garut.

Kadispora mengakui, selama ini kan kalau diderah itu tidak semua selamanya pelatih itu adalah sarjana kepelatihan, karena keterbatasan.” bahwa sarjana olahraga itu banyak, lantas tidak harus sarjana olahraga merangkap menjadi sarjana pelatih, artinya orang tersebut belum tentu bisa melatih,”tuturnya.

Sambung Kadispora, menjelaskan, bahwa olahraga itu ada tiga jurusan, diantaranya ada ke Pelatihan, rekreasi, dan olahraga pendidikan kesehatan(vendor). Paling tidak mengetahui ada tehnik-tehnik dasar melatih seperti latihan fisik seperti apa yang benar, latihan tehnik, dan latihan taktik, “ujarnya.

Dan berharap, jadi betul-betul atlit yang punya potensi, punya talenta itu didampingi oleh pelatih yang sesuai dengan keilmuannya, Sehingga atlit tersebut menjadi maksimal prestasinya,”pungkasnya.


Rabu, 01 Februari 2017

NAPAK TILAS HARI JADI GARUT KE 204 TAHUN 2017


Dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut Ke 204 dan mengenang perjalanan terbentuknya Kabupaten Garut, Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai Leading Sector ditunjuk secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten Garut untuk menyelenggarakan NAPAK TILAS "Mapag Abad Kadigjayaan".

Adapun waktu pelaksanaannya pada :
Hari Minggu, 26 Februari 2017
Start   :  07.00 WIB
              (GTC Limbangan)
Finish :  Alun-alun Garut

Pendaftaran :
1. Biaya Pendaftaran 
Rp. 100.000,-/Grup 5 orang;
2. Batas Akhir Pendaftaran
    tanggal 24 Februari 2017;
3. Lokasi Pendaftaran :
     a. Kantor DISPORA Kabupaten Garut
         Jl. Pasundan No.49 Telp./Fax. 0262-238135
     b. Kantor Kecamatan Bl. Limbangan
         Jl. Raya Limbangan Garut - HP. 082127904769 (Yanto)
     c. Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Cisurupan
         Jl. Raya Cisurupan Garut - HP. 085223017017 (Asep Saepudin)

Kamis, 21 Juli 2016

Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2016

Dalam rangka menstimulasi dan mengapresiasi Wirausaha Muda Pemula, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan “Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2016”.  Untuk itu kami membuka kesempatan bagi para wirausaha muda pemula yang berminat dan memenuhi kriteria untuk segera mendaftarkan diri sesuai persyaratan yang telah ditentukan.

A. BIDANG USAHA
     Bidang Usaha yang diperlombakan untuk Wirausaha Muda Pemula Berprestasi
     Tahun 2016 : 
     1. Pertanian dan Kelautan
     2. Industri Kreatif
     3. Industri Pangan dan Jasa Boga. 




Jumat, 20 Mei 2016

Menpora Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Menpora Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional


Jumat, 20 Mei 2016 10:35:42

Jakarta : Hari Jumat (20/5) pagi, Menpora memimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016 di halaman kantor Kemenpora, Jakarta. Upacara diikuti oleh semua pegawai Kemenpora dengan memakai seragam batik biru Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). 

Menyampaikan teks sambutan Menkominfo Rudiantara, Menpora mengatakan salah satu inspirasi yang bisa diserap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik dan memiliki nasionalisme kebangsaan. 

"Memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya SDM unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai. Perjuangan Budi Oetomo yang dipimpin Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo dilanjutkan kaum muda pada 1920 dan melahirkan Sumpah Pemuda, hingga memproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945," ujar Menpora. 

Jumat, 23 Januari 2015

MENPORA RI (IMAM NAHRAWI) PERTAMA YANG DIKUNJUNGI GARUT

Setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Ciamis dan melakukan peninjauan ke stadion Galuh, Kamis (22/1), safari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, berlanjut ke Kabupaten Tasikmalaya dengan mengunjungi Ponpes Cipasung. Selepas dari sana langsung menuju Garut, di mana kunjungan Imam ini merupakan Menpora pertama yang mengunjungi Kota Intan.



Dalam kunjungan di Kabupaten Garut, diawali dengan mengunjungi Pondok Pesantren An Nur di Kampung Sindangsari, Desa Pesanggrahan Tonggoh, Kecamatan Cilawu. Pada acara tersebut Menpora memberikan bantuan berupa voucher fasilitasi kegiatan kewirausahaan santri sebesar Rp. 20 juta.


Kamis malam (22/01) Menpora yang juga Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengadakan pertemuan dengan ratusan kader DPC PKB Kabupaten Garut di Hotel Sabda Alam. Acara silaturahmi dan ramah tamah tersebut langsung dipimpin ketua DPC PKB Kabupaten Garut, Dadan Hidayatulloh S.Ag dan pengurus lainnya. Hadir pula Staff Ahli Menpora, Galih F Qurbany yang merupakan warga asli Garut, yang sudah lama malang melintang di dunia perpolitikan Kabupaten Garut.