Tampilkan postingan dengan label Disorda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disorda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juni 2017

Pertahankan Titel Juara Umum di Popnas XIV/2017, Ini Upaya Dispora Jabar


Untuk mencapai target juara umum Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV pada September 2017 di Semarang, Jateng, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar melalui Bidang Olahraga Prestasi sudah menyiapkan berbagai program. Usai pelaksanaan seleksi ketat bagi atlet pelajar, ‎beberapa program pun sudah disiapkan guna menghadapi perhelatan multieven olahraga pelajar tingkat nasional.


Kepala Bidang Olahraga Prestasi pada Dispora Jabar, N‎andang Saptari menuturkan, pada pelaksanaan seleksi untuk penentuan tim inti Popnas XIV/2017 Jabar, pihaknya hanya akan merekrut atlet yang benar-benar berpeluang meraih medali.‎ Dengan demikian, jumlah atlet pelajar yang akan menjadi wakil Jabar di ajang Popnas XIV/2017 pun dipastikan berkurang banyak dibanding saat gelaran Popnas XIII/2015 di Bandung, Jabar.

“Usai ‎pelaksanaan seleksi dan didapatkan atlet pelajar terbaik dari yang paling baik, kita akan memulai tahapan pemusatan latihan,” ujar Nandang saat ditemui di kantor Dispora Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (16/6/2017).
Untuk pelaksanaan pemusatan latihan tersebut, akan digelar melalui dua konsep. Yakni desentralisasi dan sentralisasi.

“Untuk desentralisasi akan dilakukan sebanyak dua kali, pada akhir Juli 2017 dan pertengahan Agustus 2017. Pada tahap desentralisasi, setiap nomor pertandingan di masing-masing cabang olahraga sudah diisi oleh atlet meski masih memungkinkan pergantian,” terangnya.

Untuk tahapan sentralisasi, rencananya akan dilakukan pada akhir Agustus 2017. Pada tahapan sentralisasi ini, komposisi atlet inti Popnas XIV/2017 Jabar pun sudah terbentuk dan tidak ada lagi pergantian.

Selasa, 06 Juni 2017

Coaching Clinic Pembina/Pelatih Olahraga di Lingkungan Pesantren 2017



DISPORA Pembudayaan Olahraga - Sebagaimana yang tertuang dalam Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Tentang : Sistem Pendidikan Nasional antara lain menyebutkan bahwasannya Pendidikan Keagamaan dan Pesantren merupakan bagian integral dari sistem Pendidikan Nasional, atau dengan kata lain Pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren merupakan sub sistem dari Sistem Pendidikan Nasional, yang mempunyai tujuan menciptakan sumber daya manusia yang ber Iman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cerdas, Terampil, Berkepribadian, Mempunyai Jiwa Kompetisi/Daya Saing yang Tinggi, Mandiri dan seterusnya.


Oleh karena itu, maka berdasarkan amanat Undang-Undang tersebut diatas, sangatlah wajar apabila proses/pelaksanaan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren mendapatkan porsi perhatian yang sama dengan komponen pendidikan yang lain, termasuk dalam hal pembinaan dan pengembangan Olahraga dan Seni.

Para Santri, yang notabene adalah merupakan bagian dari generasi muda kita, sebagaimana peserta didik dilingkup pendidikan yang lain, juga harus mendapatkan porsi pembinaan dan pengembangan olahraga dan seni, sehingga diharapkan para santri ini juga mampu memberikan konstribusi bagi bangsa dan negara melalui raihan prestasi yg optimal dibidang Olahraga dan Seni.

Pemerintah melalui Panitia Tetap Bersama POSPENAS secara berkala (3 tahun sekali) menyelenggarakanPekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS).

Senin, 29 Mei 2017

Kegiatan Coaching Clinic Olahraga Tingkat Jawa Barat Tahun 2017


Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jawa Barat mengadakan Kegiatan Coaching Clinic Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Barat Tahun 2017, Pada tanggal 25 s.d 28 April 2017 di Hotel Isola Resort (Komplek Kampus UPI) Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, kegiatan ini bertujuan antara lain :

  1. Dalam rangka melestarikan, mensosialisasikan, dan menggelorakan kembali Olahraga Tradisional asli Jawa Barat ;
  2. Menambah kuantitas/jumlah pembina/pelatih olahraga tradisional se-Jawa Barat;
  3. Meningkatkan kemampuan para pembina/pelatih olahraga tradisional se-Jawa Barat dalam hal ilmu pengetahuan.
  4. Mensosialisasikan jenis-jenis dan peraturan olahraga tradisional yang telah dibakukan oleh Kemenpora RI;
  5. Dalam rangka persiapan pelaksanaan Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Barat Tahun 2017.
Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah sebanyak 3 (tiga) orang dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, yang terdiri dari 1 orang Guru Olahraga SD, 1 orang Guru Olahraga SMP, dan 1 orang Guru Olahraga SMA, sehingga total keseluruhan peserta dalam kegiatan ini adalah sebanyak 81 orang.

Selasa, 09 Mei 2017

GARUT TARGETKAN TIGA BESAR, POPWILDA JABAR 2017 DI CIAMIS


Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jabar tahun 2017, akan digelar di Kabupaten Ciamis Jawa Barat yang dimulai tanggal 14 sampai 19 Mei 2017 mendatang. Ada delapan cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Popwilda 2017 Jabar, yakni ‎sepakbola, bola voli indoor, sepak takraw, bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, bola basket dan pencak silat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab.Garut Drs. Kuswendi, M.Si mengatakan, Popwilda 2017 ini digelar dua tahun sekali dan tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Ciamis, ini menjadi salah satu ajang seleksi bagi atlet pelajar dari setiap Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Jabar, untuk bisa tampil nanti di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jabar tahun 2018 mendatang,” ucapnya.

Kamis, 21 Juli 2016

Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2016

Dalam rangka menstimulasi dan mengapresiasi Wirausaha Muda Pemula, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan “Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tahun 2016”.  Untuk itu kami membuka kesempatan bagi para wirausaha muda pemula yang berminat dan memenuhi kriteria untuk segera mendaftarkan diri sesuai persyaratan yang telah ditentukan.

A. BIDANG USAHA
     Bidang Usaha yang diperlombakan untuk Wirausaha Muda Pemula Berprestasi
     Tahun 2016 : 
     1. Pertanian dan Kelautan
     2. Industri Kreatif
     3. Industri Pangan dan Jasa Boga. 




Jumat, 20 Mei 2016

Menpora Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Menpora Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional


Jumat, 20 Mei 2016 10:35:42

Jakarta : Hari Jumat (20/5) pagi, Menpora memimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016 di halaman kantor Kemenpora, Jakarta. Upacara diikuti oleh semua pegawai Kemenpora dengan memakai seragam batik biru Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). 

Menyampaikan teks sambutan Menkominfo Rudiantara, Menpora mengatakan salah satu inspirasi yang bisa diserap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik dan memiliki nasionalisme kebangsaan. 

"Memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya SDM unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai. Perjuangan Budi Oetomo yang dipimpin Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo dilanjutkan kaum muda pada 1920 dan melahirkan Sumpah Pemuda, hingga memproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945," ujar Menpora. 

Kamis, 10 Maret 2016

Waspada Bahaya Narkoba, Kemenpora Bentuk Kader Pemuda Revolusi Mental Anti Narkoba

Waspada Bahaya Narkoba, Kemenpora Bentuk Kader Pemuda Revolusi Mental Anti Narkoba


Kamis, 10 Maret 2016 13:32:38




Jakarta : Hari Kamis (10/3) Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti didampingi Pejabat Eselon II dilingkungan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda melakukan konfrensi pers terkait pemaparan program "Pembentukan Kader Pemuda Revolusi Mental Anti Narkoba Dalam Upaya Pencegahan Bahaya Destruktif" di Media Center, Kemenpora, Jakarta. Pada kegiatan itu hadir juga Deputi Bidang Pencegahan BNN Antar MT Sianturi sebagai narasumber.



Kementerian Pemuda dan Olahraga RI pada tahun 2016 memiliki 13 program unggulan, salah satu diantaranya adalah Program Pemuda Anti Narkoba. Untuk mewujudkan program prioritas ini, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda akan melaksanakan Pelatihan Kader Pemuda Revolusi Mental Anti Narkoba.  Yuni Poerwanti menjelaskan bahwa target sasaran dari program Pelatihan Kader Inti Pemuda Revolusi Mental Anti Narkoba adalah sebanyak 39.000 pemuda di 1500 desa. Pada tahun 2016 Kemenpora RI akan mengambil pilot project di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.