Minggu, 08 Oktober 2017

FPLP, Gelar Turnamen Bola Voli Sumpah Pemuda Cup 2017


FORUM Pemuda Lembur Panjang (FPLP) Desa Cimaragas, bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, menggelar turnamen bola voli memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Garut 2017.
Kegiatan dihadiri langsung Bupati Garut H. Rudy Gunawan didampingi oleh Kepala Dispora Kabupaten Garut Drs. Kuswendi, M.Si beserta jajarannya, Minggu (08/10/2017).
Turnamen bola voli diikuti klub di tujuh Kecamatan di Kabupaten Garut dan digelar digelar di lapang IVO Golempang, Cimaragas, Pangatikan. Turnamen akan berlangsung dari 8 Oktober hingga 28 Oktober 2017.
Ketua Panitia Turnamen, Helmi Adam Pamungkas mengungkapkan, kegiatan ini selain untuk memperingati Sumpah Pemuda juga sebagai ajang mempererat silaturahmi antar pemuda.
”Kegiatan ini diikuti sebanyak 44 tim dari tujuh kecamatan, diantaranya dari Kecamatan Pangatikan, Sukawening, Karangtengah, Cibatu, Wanaraja, Sucinaraja dan Karangpawitan,“ jelasnya.

Helmi berharap nantinya pertandingan ini dapat memunculkan potensi pemuda di cabang olahraga bola voli.
“Pagelaran perdana ini lebih pada ajang pemula untuk mengetahui potensi generasi muda dalam bidang olahraga, maka dari itu kami mencoba menggelar turnamen bola voli,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs. Kuswendi, M.Si mengatakan sangat mengaspresiasi turnamen ini.
“Saya melihat bahwa dengan lapang seperti itu, mereka berani mengadakan sebuah turnamen kejuaran tingkat kecamatan. Pesertanya sangat luar biasa 44 tim dari tujuh kecamatan,” ungkapnya.


Kuswendi menjelaskan, bola voli sangat digemari masyarakat desa karena murah meriah dan massa yang ramai.
“Kelihatannya tiap minggu selalu ada turnamen bergiliran, kalau sekarang ada di Pangatikan, kemarin ada di limbangan dan wilayah selatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam bola voli Kabupaten Garut sangat diperhitungkan oleh Kabupaten lain. Buktinya di kejuaran Popda dan Popnas yang memperkuat tim Jabar pemainnya ada dari Garut.
”Mudah-mudahan ke depan untuk even turnamen besar 2018, bisa dialihkan di GOR Ciateul,” pungkasnya.


SUMBER BERITA :
https://www.porosgarut.com/2017/10/09/fplp-gelar-turnamen-bola-voli-bupati-garut-cup-2017.html

Kusir Delman Berlomba Di Pacuan Kuda ”Balapan”



”Dengan jumlah ratusan kusir delman (kretek) mengikuti lomba balapan kuda di pacuan tepat lapang desa Cimaragas Kecamatan Pangatikan Garut, Minggu (08/10/2017), balapan kuda yang di selenggarakan sejumlah panitia unsur dari pihak warga setempat di sambut meriah oleh ribuan orang penonton dari berbagai Kecamatan Kabupaten Garut hingga tak sedikit dari luar Garut pun banyak yang hadir “yang katanya pada hari ini adalah terakhir pertandingn atau balapan kuda tersebut,”Kata Dodi salah seorang warga Majalaya Kab. Bandung yang saat itu sengaja datang dengan sejumlah rombongannya menontonnya.


Dalam kesempatan itu hadir Bupati Garut H. Rudy Gunawan yang di dampingi oleh Kepala Dispora Kabupaten Garut Drs. Kuswendi, M.Si beserta Kasi Pembinaan Ketenagaan Olahraga Indra Arica, SE, MM.

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH., MH., ”Ia menyambut Baik dan mengapresiasi adanya balapan dalam pacuan kuda yang di minati oleh para peserta sebagai kusir delman, kemudian Rudy Gunawan mengatakan, pemerintahah juga berencana akan membangun arena untuk pacuan kuda yang lebih memadai di kawasan Citiis di bawah lereng gunung Guntur Garut,"katanya


Lebih lanjut Rudy menambahkan,”kami sebenarnya sudah merencanakan, kita akan gunakan diluar lapang camping ground yang ada di citiis itu bisa digunakan, karena ada tanah 10 hektar, diluar daerah pun kami bisa fasilitasi, misalnya di pangatikan ini."pungkasnya

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kabupaten Garut, Drs Kuswendi, M.Si, turut menanggapi adanya pacuan kuda di Desa Cimaragas Pangatikan, ”ini adalah salah satu yang termasuk cabang ke Persasi, sehingga cabang ini akan di pertandingkan ke porda maka untuk itu yang tentu kita harus ada persiapan persiapan untuk mengikuti porda itu, barang tentu ketika ada pertandingan cabang ini sangat di untungkan karena memang sebuah prestasi itu bisa lebih tinggi apabila prestasi pertandingan lebih banyak,namun demikian apa yang di sampaikan oleh Bupati tadi yang sehrusnya kita ini harus punya kuda khusus tetapi hal itu tentu di ukur oleh kemampuan karena untuk memilik kuda bagus cukup berat,"jelasnya


Lanjutnya, ”memang sebetunya dalam pertandingan seharusnya kuda yang khusus pacuan,akan tetapi hal ini pun cukup menakjubkan walaupun keadaan kuda ini dalam kesehariannya di pakai alat transfortasi, namun kita cukup bangga dan apresiasi karena kita dapat bersaing dengan wilayah daerah kabupaten lain yang mana kala tentunya kita harus di perhatikan bagaimana kondisi atau keadaan kuda-kuda tersebut."sambungnya

Lebih jauh Kuswendi mengatakan, terkait dengan pacuan dalam perencanaan kedepan, ”kami sudah membuat DEDnya, tentu yang pertama adalah fasilitas dulu dan kita ingin di Citiis karena lokasi tersebut itu sangat memungkin dan di sana itu sudah ada 5-10 Ha luas tanah, kalau untuk fasilitas pacuan saya kira dengan luas tanah 2 ha itu cukup bisa untuk di gunakan sebagai fasilitasnya”,pungkasnya.

SUMBER BERITA :
http://dejurnal.com/2017/10/08/kusir-delman-berlomba-di-pacuan-kudabalapan/

Jumat, 06 Oktober 2017

Penutupan Futsal dan Catur Piala Bupati Cup Tetap Menjujung Sportifitas

Tim Futsal DISPORA Garut keluar sebagai Juara 1
Turnamen Catur dan Futsal piala Bupati Cup, antar SKPD dan Kecamatan Se Kabupaten Garut telah usai. Turnamen Futsal ini ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Drs. Kuswendi, M.Si. di Pesona Futsal Jalan Proklamasi, Kabupaten Garut, Jumat (06/10/2017).

Dalam acara penutupan turnamen tersebut, Kadispora menyampaikan ucapan selamat kepada pemenang. Kadispora juga memberikan penghargaan berupa tropi serta uang pembinan dan mengaspresiasi kepada seluruh peserta, panitia, tim dan para wasit, yang telah menggelar dan mensukseskan turnamen ini.
“pertama saya merasa bangga dan terima kasih, dengan seleksi ini akan lahir pemain–pemain PNS baru untuk nanti bermain di Provinsi Jabar. Selama ini berangkat ke Provinsi tidak berdasarkan hasil seleksi,” ungkapnya

Sambungnya, untuk kedepan Futsal ini bisa menjadi salah satu unggulan. Sedangkan untuk catur kita targetkan minimal medali perunggu. ini akan menjadikan satu kekuatan untuk tim Garut yang menjadi pemain baru.
“Kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan, karena seleksi ini sangat penting untuk penjaringan atlet Porpemda. Dan insyaalloh pada bulan November akan ada seleksi cabor Tenis meja. Berarti kita pada tahun ini bisa menyeleksi sebanyak tiga cabor,” jelasnya.
Panitia Inti dibalik kesuksesan acara "Bupati Cup 2017"
Yang menjadi juara dalam turnamen catur dan futsal Piala Bupati Garut cup 2017 antar SKPD dan Kecamatan se–Kabupaten Garut, diantaranya :
A. Juara Cabor Catur
      1. Agus Subhan (BKD)
      2. Asep Oyo, S Pd (Upt Karangpawitan)
      3. Supyan (Upt Wanaraja)
      4. Aa Priatna (Upt Peundey)
      5. Iwan Somantri (Upt Sucinaraja)
      6. Asep Budianto S.Pd (SMPN 3 Cilawu)

B. Juara Cabor Futsal
      1. Tim Dispora
      2. Tim Kemenag
      3. Tim SMKN 1 Garut
      4. Tim RSUD dr Slamet

Kadispora didampingi Kabid Keolahragaan
menyerahkan trophy dan uang pembinaan kepada tim futsal Dispora Garut
Sementara itu, Kuswendi, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh SKPD, karena selama turnamen belangsung semuanya berjalan dengan aman dan terkendali hingga acara berlangsung dengan lancar.

“karena selama berlangsungnya turnamen ini, Alhamdullillah berjalan sukses, aman, tertib dan lancar, walaupun ada letupan-letupan kecil itu telah biasa dalam Olahraga, yang terpenting tetap menjujung sportifitas,”Singkatnya.


SUMBER BERITA :
http://www.koran-fakta.com/penutupan-futsal-dan-catur-piala-bupati-cup-tetap-menjujung-sportifitas/

Kamis, 05 Oktober 2017

Kadispora : PORPEMDA 2017, Targetkan Tiga Medali Emas



Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs. Kuswendi, M.Si, membuka langsung Kegiatan Turnamen Futsal dan Catur Piala "Bupati Cup" 05 s.d. 07 Oktober 2017.
“Ini dalam rangka memperingti HAORNAS ke-34, kejuaran ini juga sebagai ajang mempererat tali persahabatan di lingkungan SKPD dan untuk penjaringan pencarian bibit untuk PORPEMDA Jabar 2017 November mendatang, kata Drs. Kuswendi, M.Si Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab. Garut, usai pembukaan turnamen Futsal dan Catur antar SKPD Se-Kabupaten Garut. Pada sejumlah awak media, Kamis (05/10) di GOR Pesona Futsal Jalan Proklamasi Garut.

Sambungnya, kalau tahun 2015 dan 2016 tidak pernah ada seleksi karena terbenturnya dengan anggaran, “insya alloh mulai tahun 2017 kedepan kita bertahap dari 12 cabor yang dipertandingkan baru dua yang berjalan, kita bertahap akan adakan seleksi,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya seleksi tentunya yang dikirimkan betul-betul objektif, selama ini kan ditunjuk walupun ditunjuk kita bisa masuk lima besar.
“pada tahun 2016, alhamdulilah Garut dapat memboyong 2 medali Emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu, dari cabor bulutangkis beregu dan beregu jalan cepat,”ujarnya.


Untuk tahun sekarang kami PEMDA Garut menargetkan 3 medali Emas, pertama dari cabor Basket, karena tim basket Garut ada peluang juara dan kurang lebih dari 10 bulan ini secara rutin latihan.

“kegiatan ini digelar selama dua hari dan alhamdulilah PNS–PNS yang ada di Kecamatan yang jauh bisa ikut turnamen. Banyak yang daftar, sehingga bibit yang berpotensi yang ada daerah bisa terjaring,” ungkapnya


SUMBER BERITA :
http://www.koran-fakta.com/kadispora-porpemda-2017-tatgetkan-tiga-medali-emas/

Penyelenggaraan HAORNAS di Garut Dobel Anggaran, ini Jawaban Kadispora

Drs. Kuswendi, M.Si
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Garut

Penyelenggaraan Haornas yang dibiayai dari Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 100 juta, namun pada praktiknya masih melakukan pemungutan uang pendaftaran kepada peserta. Besarnya pungutan bervariasi antara Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Garut, Kuswendi, membenarkan adanya penarikan biaya pendaftaran tersebut. Menurutnya pemungutan itu akan digunakan untuk menutupi kekurangan anggaran yang ada dalam APBD.

“Memang kita memungut biaya Rp 250 ribu untuk peserta futsal dan Rp 50 ribu untuk peserta catur. Sementara Cabor lainnya saya kurang tahu,” ujar Kuswendi kepada “GE” saat ditemui di lingkungan Gor Pesona, Jalan Proklamasi, Kamis (5/10/17).

Menurutnya anggarannya di APBD murni Rp 50 juta dan perubahan Rp 20 juta. Total anggaran Haornas Rp 70 juta.
“Anggarannya kan ada diperubahan. Jadi penyelenggaraan ini dari dana talangan dulu,” kata Kuswendi.

Setelah dilakukan penghitungan, ternyata anggaran yang ada dalam APBD masih kurang. Jadi sisanya harus ditutupi dari uang pendaftaran.

Kuswendi menandaskan praktik serupa telah dilakukan pada kegiatan “napak tilas” hari jadi Garut. Ia berjanji akan membuka pagu anggaran secara terbuka.
“Nanti akan saya laporkan mana uang yang dari APBD dan mana uang yang dari pendaftaran,” tuturnya.

Ia meyakinkan tindakannya ini tak akan menimbulkan masalah. Pasalnya pemungutan pendaftaran telah sesuai dengan komitmen peserta yang akan mendaftar.
“Lagipula, uangnya bukan dari peserta. Pasti dari dinas,” pungkasnya.


SUMBER BERITA :
http://garut-express.com/penyelenggaraan-haornas-di-garut-dobel-anggaran-ini-jawaban-kadispora/

Rabu, 04 Oktober 2017

Perdesaan Menjadi Target Pembangunan Olah Raga, Inilah Kata Kadispora Garut



Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut Drs. Kuswendi mengungkapkan fasilitas sarana prasarana olah raga di desa-desa akan menjadi target pembangunan kedepan. Mulai dari GOR bela diri hingga pembangunan Sport Center pembangunan ditargetkan akan beres pada tahun 2020 nanti.

“Untuk memasyarakatkan olahraga memang dibutuhkan fasilitas yang mudah dan murah. Selain targetkan pembangunan sarana olahraga skala besar di Kabupaten, untuk kedepan akan diupayakan paling tidak akan tersedia minimal di tiap desa,” jelasnya Kuswendi diruang kerjanya, Rabu (4/9/2017).

Menurut Kuswendi, dari jumlah empat ratusan desa di Kabupten Garut, memang sudah tersedia sekitar 150 lapang voli dan 30 lapang sepakbola. “Idealnya per desa ada satu baik voli serta sepakbola dulu, karena olahraga ini sangat digemari masyarakat umum. Oleh karenanya olahraga itu mudah, murah dan juga meriah,” ujarnya.

Kuswendi juga memaparkan tingginya aktivitas olahraga di suatu daerah dapat meningkatkan kebugaran yang berdampak pada tingginya harapan hidup masyarakat. Dan Saat ini harapan hidup masyarakat berkisar di 70 tahun, itu mengalami peningkatan dari angka 67 tahun pada beberapa tahun lalu ke belakang. Selanjutnya pengembangan olahraga masal di desa harus didorong, oleh karena itu bisa menunjang dalam rangka memasyarakatkan olahraga.

“Maka dengan itu, tentu akan berimplikasi pada meningkatnya harapan hidup masyarakat, hidup sehat melalui olahraga. Pasalnya konsep ini memang baru kita jalankan sedangkan di daerah lain ini belum ada. Semoga Garut menjadi barometer olahraga untuk masyarakat olahraga kedepan,” pungkasnya.

SUMBER BERITA :
http://hallojabar.com/perdesaan-menjadi-target-pembangunan-olah-raga-inilah-kata-kadispora-garut

Kadispora : Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga di Desa Menjadi Target Kedepan

Drs. Kuswendi, M.Si
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Garut

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut saat ini tengah melakukan pembangunan dibeberapa titik. untuk beberapa fasilitas bidang olahraga. Mulai dari pembangunan GOR bela diri, pembenahan lapang Jayaraga dan Ibrahim Adji Cikajang hingga rencana pembangunan Sport Center yang ditargetkan beres tahun 2020 nanti. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kabupaten Garut. Drs. Kuswendi pada wartawan, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu(4/10/2017).

Lanjut Kuswendi, hal tersebut tentunya untuk memasyarakatkan olahraga memang dibutuhkan fasilitas yang mudah dan murah. Selain targetkan pembangunan sarana olahraga skala besar di Kabupaten, kedepan sarana dan prasarana olahraga diupayakan bisa tersedia minimal di tiap desa.

“Dari empat ratusan desa memang sudah ada tersedia 150 lapang voli dan 30 han lebih lapang sepakbola. Dan ini memang idealnya per desa ada satu baik voli dan sepakbola dulu, karena olahraga ini biasanya sangat digemari masyarakat umum, terlebih olahraga ini kan mudah, murah dan meriah. Kita targetkan kedepan per desa bisa tersedia satu lapang bola dan voli, itu rencana jangka panjang yang mulai digarap dari sekarang,” Ucapnya.

Dispora Kab. Garut, Gelar Technical Meeting Turnamen Futsal dan Catur Bupati Cup 2017



Pada hari Rabu (04/10) pendaftaran Turnamen Futsal dan Catur antar SKPD se-Kabupaten Garut memperebutkan piala Bupati Garut cup telah selesai ditutup. Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Garut pada sore hari langsung menggelar technical meeting turnamen, bertempat di Aula PGRI Kecamatan Garut Kota, Jalan Pasundan Kota kulon, Kabupaten Garut, Rabu sore (04/10/2017).

Kegiatan technical meeting tersebut dibuka oleh Kepala Dispora Kab. Garut Drs. Kuswendi, M.Si dan dipimpin oleh Kabid Olahraga Drs. H. Tito Sugito, M.M.Pd selaku Ketua Panitia Pelaksanan dan didampingi seluruh panitia kegiatan yang terlibat dalam turnament.
Kepala Dispora Kab. Garut Drs. Kuswendi, M.Si mengatakan, yang mendaftar sampai saat ini sudah sebanyak 33 tim di cabor Futsal dan sebanyak 46 orang di cabor Catur, “ucapnya usai membuka kegiatan.

Lebih jauh menjelaskan, pertama bertujuan untuk memperat tali silaturahmi antar Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada khususnya, selain itu sebagai ajang pencarian bibit untuk PORPEMDA 2017 di Kabupaten Bandung dan dalam rangka memeriahkan Haornas 2017.” jelasnya.


Sambungnya, Technical meeting ini dihadiri oleh para manager tim dari masing-masing SKPD. Selain untuk membicarakan dan menjelaskan tentang peraturan-peraturan atau tata tertib dalam pertandingan Turnamen Futsal dan catur piala Bupati Garut.
Technical meeting sendiri ini untuk membahas tentang sistem pertandingan, pembagian grup, jadwal pertandingan, dan peraturan pertandingan, ” ujarnya

Ia menambahkan, Pembukaan Turnamen ini akan digelar besok hari kamis tanggal 05 s.d. 07 Oktober 2017 di GOR Pesona Futsal Jalan Proklamasi Garut, dibuka langsung oleh Bupati Garut Rudy Gunawan, “tandasnya.

SUMBER BERITA :
http://www.koran-fakta.com/dispora-kab-garut-gelar-technical-meeting-turnamen-futsal-dan-catur-bupati-cup-2017/

Senin, 02 Oktober 2017

Bupati Garut : Lapangan Sepak Bola Ibrahim Adjie Banyak Melahirkan Pemain Nasional



Seperti menjadi sebuah takdir bagi Kecamatan Cikajang, salah satu Kecamatan dari 42 Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut ini paling menonjol dalam olahraga sepak bola.

Cikajang seolah menjadi titik pusat dalam kemeriahan sepak bola, adalah lapangan Ibrahim Adjie telah berhasil menciptakan bintang-bintang sepak bola di Indonesia. Nama besar seperti Adeng Hudaya, Uut Kuswendi, Nyanyang, Giman Nurjaman, Dede Irawan, Nova Zaenal, Yaris Riadi, Zaenal Arif dan Yandi Sofyan salah satu contoh pemain yang besar di sana. Tidak bisa dipungkuri selain panorama alam yang indah dan sejuk, Cikajang juga memiliki bakat sepak bola yang luar biasa.

Inilah yang di tangkap oleh Bupati Garut H. Rudi Gunawan, dalam beberapa kesempatan beliau sangat memperhatikan Olah raga di Kabupaten Garut terutama Sepak Bola.
Rudy mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut sedang memperbaiki 4 (empat) lapangan yang ada di Kabupaten Garut, yaitu Lapang Jayaraga, Lapang Margawati, Lapang Ibrahim Adjie Cikajang dan Pembangunan Lapangan Ciateul.

Sekda Garut Mendapat Kenaikan Pangkat dari Presiden



Pemda Garut Gelar Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di lapangan Setda Garut dengan khidmat. Acara tersebut di ikuti ratusan PNS di lingkungan Pemda Garut, Pasukan TNI-Polri dan Pemuda Pancasila. Bahkan dalam acara tersebut Bupati Garut Rudy Gunawan menyerahkan kenaikan pangkat otomatis Kepada Sekda Garut Iman Ali Rahman dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Senin (02/10/17).

Usai Upacara, Rudy mengungkapkan dirinya mengapresiasi atas kenaikan pangkat otomatis yang diterima Iman Ali Rahman. Pasalnya menurut Rudy, tidak semua orang bisa menerima kenaikan pangkat otomatis. Rudy mengatakan kenaikan pangkat Pembina Utama itu adalah penghargaan tertinggi di lingkungan PNS.


”Pak sekda mendapatkan itu, atas prestasi yang di raih. Saya tahu Pak Sekda ini sangat banyak prestasinya. Makanya kami ajukan dan pak Sekda pun dapat memperlihatkan keistimewaannya. Kenaikan pangkat Pak Sekda dari IV/d jadi IV/e, di Jawa Barat hanya satu dua orang,” ujar Rudy.

Sedangkan Sekda Garut Iman Ali Rahman mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih saat ini. Lebih lanjut Iman menjelaskan penghargaan yang diraih merupakan hasil penilaian dan tes langsung, dari beberapa Sekda yang di ajukan dirinya merupakan salah satu yang lulus.


”Ya alhamdulilah, kenaikan pangkat ini saya dapatkan saat ini. Padahal biasanya ini di berikan di saat masa pensiun nanti. Tapi penilaian ini tinjau dari beberapa prestasi yang saya raih dan di ajukan oleh Bupati, ” pungkasnya.