Sabtu, 15 Juli 2017

LAUNCHING TEAM PERSIGAR

Persigar adalah satu dari sekian banyak klub sepakbola tanah air yaitu kebanggaan Jawa Barat khususnya di kabupaten Garut. Untuk kompetisi musim tahun 2017 ini, Persigar launching tim dengan 21 pemain dan merilis jersey terbaru mereka yang sangat ditunggu-tunggu oleh sporter Garman. Dengan tema ” Deklarasi Kebangkitan Persigar”, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gor Garuda Hitam SMKN 1 Garut, Sabtu(15/07/2017).

Pada prinsifnya kami kalau sudah dikasih kepercayaan akan bekerja all out dan kami kebetulan pencinta sepakbola. Dengan sepakbola Kami punya keinginan dan tekad, bahwa olahraga sepakbola itu adalah ikon dari suatu daerah, ikon suatu kota dan ikon suatu negara yaitu bisa diperlihatkan dari maju atau mundurnya kancah persebak bolannya, ucap ketua Persigar Drs Dadang Johar Arifin pada sejumlah awak media.


Dadang mengakui, kami menanggapi ini adalah persoalan serius menangani Persigar. Maka apapun yang dihadapi Persigar, akan mencobanya untuk bisa menepis dan menjadikannya Persigar itu tim kebanggaan masyarakat kabupaten Garut.

“saya ingin mengembalikan kejayaan Persigar seperti pada era tahun 70 an dan 80 an. Insya alloh dengan kesiapan anak-anak kami akan terus maju, apapun kami akan menghadapinya,” ujarnya.

Sambungnya untuk sponsor sendiri, alhamdulilah kami telah mendapatkan sebanyak 60 buah jersey dari MBB, jarsey yang sudah biasa digunakan di liga 1, dari telkom serta Tuelf.

Berharap, apalagi Persigar nya betul-betul bagus mainnya, serius dan bisa memenangkan setiap even pertandingan, mungkin masyarakat pun akan melihat nanti. Dan mudah-mudahan dengan tekad kami ini dengan semangat anak-anak itu bisa terwujud, Garut menjadi kan sepakbola itu industri kab Garut, “pungkasnya.


Sumber berita, http://www.koran-fakta.com/persigar-launcing-tim-dan-jersey/

Jumat, 16 Juni 2017

Pertahankan Titel Juara Umum di Popnas XIV/2017, Ini Upaya Dispora Jabar


Untuk mencapai target juara umum Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV pada September 2017 di Semarang, Jateng, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar melalui Bidang Olahraga Prestasi sudah menyiapkan berbagai program. Usai pelaksanaan seleksi ketat bagi atlet pelajar, ‎beberapa program pun sudah disiapkan guna menghadapi perhelatan multieven olahraga pelajar tingkat nasional.


Kepala Bidang Olahraga Prestasi pada Dispora Jabar, N‎andang Saptari menuturkan, pada pelaksanaan seleksi untuk penentuan tim inti Popnas XIV/2017 Jabar, pihaknya hanya akan merekrut atlet yang benar-benar berpeluang meraih medali.‎ Dengan demikian, jumlah atlet pelajar yang akan menjadi wakil Jabar di ajang Popnas XIV/2017 pun dipastikan berkurang banyak dibanding saat gelaran Popnas XIII/2015 di Bandung, Jabar.

“Usai ‎pelaksanaan seleksi dan didapatkan atlet pelajar terbaik dari yang paling baik, kita akan memulai tahapan pemusatan latihan,” ujar Nandang saat ditemui di kantor Dispora Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (16/6/2017).
Untuk pelaksanaan pemusatan latihan tersebut, akan digelar melalui dua konsep. Yakni desentralisasi dan sentralisasi.

“Untuk desentralisasi akan dilakukan sebanyak dua kali, pada akhir Juli 2017 dan pertengahan Agustus 2017. Pada tahap desentralisasi, setiap nomor pertandingan di masing-masing cabang olahraga sudah diisi oleh atlet meski masih memungkinkan pergantian,” terangnya.

Untuk tahapan sentralisasi, rencananya akan dilakukan pada akhir Agustus 2017. Pada tahapan sentralisasi ini, komposisi atlet inti Popnas XIV/2017 Jabar pun sudah terbentuk dan tidak ada lagi pergantian.

Kamis, 15 Juni 2017

KEGIATAN PENGEMBANGAN PERENCANAAN OLAHRAGA TERPADU 2017



Sebanyak 100 orang guru-guru olahraga di Sekolah Dasar yang berasal dari 10 Kecamatan : Garut Kota, Cilawu, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Cibiuk, Leles, Samarang, Kersamanah dan Bayongbong dimana terdapat SP3OR sebagai wakil/kepanjangan tangan dari Dispora di Kecamatan, mengikuti “Kegiatan Pengembangan Perencanaan Olahraga Terpadu”, di Hotel Agusta, Jalan Cipanas Garut, Kamis(15/06/2017).




Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs. Kuswendi, M.Si. Dengan mengundang pemateri seperti Drs. H. Entik Karyana, M.Pd, Drs. H. Jaja Jafar, M.Pd, Drs. H. Tito Sugito, M.Pd serta Drs. Ade Hendarsyah, MM.

Kepala Dispora Kab. Garut menyampaikan bagaimana berdirinya Dispora Kab Garut dalam perencanan , berkembangnya pembangunan sarana prasarana Olahraga bagi masyarakat, serta pentingnya Olahraga dimasyarakat dalam menyokong untuk mendongkrak angka harapan hidup dalam perkembangan Indek Pembangunan Manusia (IPM),tutur Drs Kuswendi disaat sabutan dan pembukaan kegiatan.
Indra Arica Rahman, SE, MM
Kepala Seksi Pengembangan Ketenagaan Olahraga

Sementara itu dihadapan 100 peserta Drs H Tito Sugito MM mengatakan, Agar terciptanya budaya dikalangan para pelajar SD, SMP, SMA Sederajat di kab Garut. Dan tertanamnya kompetisi gerak, kebugaran, Fair play dan kerjasama,” ucapnya yang juga ketua pelti Kabupaten Garut.

Dan berharap, dengan kegiatan ini akan tumbuhnya kesadaran pelajar agar hidup aktif, meningkatnya kebugaran jasmani pelajar, berkembangnya klub-klub Olahraga pelajar disekolah, dan tercapainya klub Olahraga pelajar usia dini serta meningkatnya saling percaya, soladaritas yang positif.

H Tito, Pada kali ini mengangkat materi program pengembangan Olahraga pelajar atau school sport development, dalam jangka panjang. Yang akan mencakup sasaran pembina Olahraga, penggerak Olahraga, KONI, Disdik dan Sekolah.



Sumber Berita, http://www.koran-fakta.com/100-guru-sd-ikuti-pengembangan-perencanaan-olahraga/

Selasa, 06 Juni 2017

Coaching Clinic Pembina/Pelatih Olahraga di Lingkungan Pesantren 2017



DISPORA Pembudayaan Olahraga - Sebagaimana yang tertuang dalam Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Tentang : Sistem Pendidikan Nasional antara lain menyebutkan bahwasannya Pendidikan Keagamaan dan Pesantren merupakan bagian integral dari sistem Pendidikan Nasional, atau dengan kata lain Pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren merupakan sub sistem dari Sistem Pendidikan Nasional, yang mempunyai tujuan menciptakan sumber daya manusia yang ber Iman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cerdas, Terampil, Berkepribadian, Mempunyai Jiwa Kompetisi/Daya Saing yang Tinggi, Mandiri dan seterusnya.


Oleh karena itu, maka berdasarkan amanat Undang-Undang tersebut diatas, sangatlah wajar apabila proses/pelaksanaan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren mendapatkan porsi perhatian yang sama dengan komponen pendidikan yang lain, termasuk dalam hal pembinaan dan pengembangan Olahraga dan Seni.

Para Santri, yang notabene adalah merupakan bagian dari generasi muda kita, sebagaimana peserta didik dilingkup pendidikan yang lain, juga harus mendapatkan porsi pembinaan dan pengembangan olahraga dan seni, sehingga diharapkan para santri ini juga mampu memberikan konstribusi bagi bangsa dan negara melalui raihan prestasi yg optimal dibidang Olahraga dan Seni.

Pemerintah melalui Panitia Tetap Bersama POSPENAS secara berkala (3 tahun sekali) menyelenggarakanPekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS).