Senin, 13 November 2017

Atlet PEPARPENAS Garut, Sumbang Medali Emas dan Perak Untuk Jawa Barat


SOLO, - (IND) Pekan Paralympic Pelajar Nasional (PEPARPENAS) VIII di Solo Jawa Tengah, digelar dari 10-14 November 2017. Event dua tahunan ini akan mempertandingan enam cabang olahraga diantaranya Atletik, Renang, Bulu tangkis, Bocia, Catur dan Tenis meja. Para atlet akan memperebutkan 471 medali. Rinciannnya: 149 medali emas, 149 perak dan 173 perunggu.

Usai menghadiri kegiatan Peparpenas di Solo Jawa Tengah, Kadispora Garut saat ditemui awak media di ruang kerjanya menuturkan, Tiga atlet asal Garut yang ikut memperkuat Provinsi Jawa Barat, di ajang Peparpenas di Solo, berhasil menyumbang kan sebanyak 4 medali Emas, dan 3 medali Perak,

”Alhamdulillah, atlet Garut bisa membawa harum untuk Jawa Barat, di Peparpenas di Solo, peraih Medali tersebut diantaranya Herdiansyah 1 meraih medali Emas di cabor Catur, M. Azwin menyumbang 3 medali Emas di cabor Renang dan Fadilah Aulia meraih 3 medali Perak di cabor Atletik, “ucap Drs. Kuswendi, M.Si

Tema peparpenas tahun ini, Kuswendi mengatakan, "Melalui Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII tahun 2017, Kita Tingkatkan Percaya Diri dan Motivasi Atlet Untuk Indonesia Hebat", tegasnya.

Sebagai leading sector yang membawahi prestasi pelajar, Dispora Kab. Garut ikut dan hadir mendampingi Atlet Garut yang ikut berlaga di Peparpenas 2017 di Solo Jawa Tengah. diantaranya Kadispora Garut Drs. Kuswendi, M.Si, Kabid olahraga Drs. Tito Sugito, M.M.Pd, Kasi Pengembangan Tenaga Keolahragaan Indra Arica Rahman, SE, MM dan Kasi Pembinaan, Pengembangan Bakat dan Prestasi Cecep Erfiandi, S.Ip.

Sumber Berita - http://www.koran-fakta.com/atlet-peparpenas-garut-sumbang-medali-untuk-jawa-barat/

Kadispora : Kontingen Kabupaten Garut, Siap Berlaga Di PORPEMDA Jabar 2017



Untuk pemantapan dan persiapan menuju Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) Ke XIII tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Pemkab Garut akan mengirimkan kontingen sebanyak 120 atlet dan official dari 9 cabang olahraga yang dipertandingkan, Garut siap berlaga dalam ajang Porpemda Jabar tahun 2017. Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah, 27-30 November 2017 mendatang.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kab. Garut Drs. Kuswendi, M.Si mengatakan pihaknya (Pemda- red) telah melakukan berbagai persiapan untuk ajang Porpemda yang akan digelar di Soreang Kab. Bandung mendatang.

“Pertama kami telah menyiapkan begitu lama, terutama di Bola Basket yang telah pemantapan latihan selama 10 bulan, dan untuk cabor yang lain kami telah melakukan seleksi diantaranya cabor Futsal, Catur dan Tenis Meja,”ujarnya.

Ia pun menegaskan, Mudah-mudahan dengan persiapan lebih lama kemudian diseleksi dan objektif dan hasilnya banyak atlet baru dari daerah, sehingga akan mendongkrak pada prestasi. Berbeda dengan tahun kemarin yang hanya asal tunjuk saja.

“data kontingen pun sudah kami serahkan kepada Panpel Porpemda Jabar 2017 jauh–jauh hari, kami Pemkab Garut diajang bergengsi olahraga PNS ini menargetkan sebanyak tiga medali emas,”tandasnya.

Kontingen akan berangkat dari Garut tanggal 26 November, sebanyak 120 yang terdiri dari 83 Atlet dan 37 pendamping official dan manager. Dan ada salah satu persoalan, saat tuan rumahnya di Soreang, Kabupaten Bandung yang menjadi kendala kontingen Kab. Garut adalah kehabisannya penginapan, ucapnya

menurutnya, kesuksesan sebuah pertandingan terdiri dari beberapa elemen diantaranya penginapan atau hotel yang dekat tempat pertandingan, itu salah satu penentu untuk kemenangan, kalau jauh sampai memakan waktu lama dalam perjalanan bisa mempengaruhi kualitas atlet, karena kecapaian sebelum bertanding,” tuturnya.

Selain itu, ada sedikit kendala terkait efesiensi anggaran Porpemda. Ia menjelaskan, sebetulnya ada peningkatan dari tahun lalu dari Rp. 160 juta, tahun sekarang mencapai Rp. 350 juta karena ada efesiensi menjadi Rp. 250 juta. “Sebetulnya ini pun sangat minim di bandingkan dengan daerah Kab/Kota lain yang telah mencapai di atas Rp. 600 juta, Tapi ada yang lebih utama dalam ber olahraga yaitu dengan berjiwa ksatria dan menjunjung tinggi sportivitas antar PNS,”pungkasnya.

Rabu, 08 November 2017

Kadispora Garut, Lepas Mahasiswa Asal Korea


Korean Youth Volunteer Programme (KYVP) di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2011, Pelaksanaan KYVP terus berlanjut karena dapat dirasakan dan dilihat manfaatnya secara nyata untuk pemuda dari kedua Negara. Dengan tema "Pemuda Membangun Desa Melalui Kolaborasi Program Volunteering dan Budaya Pemuda Indonesia Dan Korea ".

Dan untuk kesekian kalinya Kabupaten Garut menjadi tujuan program pertukaran pelajar Indonesia dan pelajar Korea, kegiatan ini adalah salah satu cara terbaik untuk mempelajari tentang kebudayaan dan bahasa lain, serta mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada di seluruh dunia.

Korean Youth Volunteer Programme (KYVP) 2017 ini merupakan program sukarelawan dari pemuda pemudi Korea Selatan dan pemuda pemudi Desa di Indonesia salah satunya di Kabupaten Garut yang berkolaborasi dengan mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. KYVP dilaksanakan di lima negara diantaranya Laos, Cambodia, Philippine, Vietnam dan Indonesia.


Pelepasan pelajar ini langsung dilepas Kepala Dispora Kab. Garut Drs. Kuswendi, M.Si didampingi Kabid Kepemudaan Kusman Maulud, S.Pd, M.Si dan turut hadir Indra Arica Rahman, SE, MM Kasi Pengembangan Tenaga Keolahragaan serta para Kepala Seksi Bidang Kepemudaan Dispora Garut.

Ditemui saat pelepasan ke 89 mahasiswa, di Lapang Sepak Bola Simpang Kecamatan Cikajang Garut, Rabu (8/11/2017), Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kab. Garut, Kusman Maulud, S.Pd, M.Si menuturkan, "Ini pertukaran pelajar tahun ke tujuh multi year sejak tahun 2011 antara pemuda negara Indonesia dan negara Korea, sebanyak 89 orang Pemuda Korea ditempatkan di lima Desa diantaranya di Desa Cikandang, Desa Pananjung, Desa simpang Kec Cikajang, Desa Sukawargi dan Desa Giri Awas," ujarnya

Menurut ia, Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah berjalannya kegiatan sukarelawan dan pertukaran budaya antara pemuda Indonesia dan Korea Selatan. Salah satunya adalah pertukaran kegiatan social dan budaya kepemudaan antar pemuda Indonesia dan Korea Selatan, Kedua Program Homestay di rumah penduduk desa, ketiga Kegiatan volunteering : (perbaikan ringan fasilitas kepemudaan dan Fasilitas Umum Desa), keempat Cultural exchange (Buddy Program) recreational activities, village festival/Bazar, sports, languange, traditional food, etc dan Kelima Kunjungan ke Organisasinya Internasional/Lokal serta yang terakhir kunjungan ke tempat rekreasi di wilayah Garut, Jawa Barat.


"Alhamdulilah selama delapan hari ini pertukaran Pemuda Korea berjalan dengan lancar,”ungkapnya.
Kusman berharap, "untuk masyarakat karang taruna, lima desa tersebut dengan pertukaran ini, salah satunya bisa mengenal daerah luar, bukan hanya mengenal budaya lokal akan tetapi juga bisa mengenal budya budaya lain, adat istiadat dan bisa mereka dibawa kesini. Terutama yang paling penting kebudayaannya," tandasnya.

Selasa, 07 November 2017

Pembangunan Lapang Voli Di Perum Cijati Asri, Akan Dilakukan Dalam Perubahan

Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut,
Drs.Kuswendi M.Si saat ditemui sejumlah wartawan,
Selasa(7/11) Siang. (Foto oleh: Indra R)

Sebelumnya diberitakan salah satu media. Pembangunan Lapang voli di Perum Cijatiasri, RW. 15, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, dipertanyakan warga.


Pasalnya, beberapa meter lahan yang diperuntukkan pembangunan lapang voli itu saat ini dalam kondisi terbangkalai.


“Dulu Konsultan berbicara ada dana Rp 150 juta, Rp 100 juta untuk Tembok Penahan Tanah, (TPT) dan Rp 50 juta untuk lapang voli. Karena sedikit anggaran, untuk lapang voli jadi kita tidak muluk-muluk asal ada Lapang. Sekarang masyarakat mempertanyakan, jangankan Lapang, TPT pun tidak selesai. Namun prasasti penataan lapang sudah lama nampak terpasang,” ucap Saeful Hidayat Ketua RW. 15 Perum Cijatiasri, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul. Pada Minggu (5/11/2017) Siang.

Terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs. Kuswendi, M.Si mengakui adanya pembangunan lapang diwilayah Perumahan Cijatiasri, yang akan segera dibangun lapang Voli.

“Betul diwilayah tersebut akan ada pembangunan lapang Voli, dengan anggaran Rp. 50 Juta, namun perlu kita sampaikan kepada mereka pembangunan tersebut akan dilakukan didalam anggaran perubahan,” Katanya pada sejumlah wartawan, Selasa (7/11/2017) siang.

Lanjut dikatakan, anggaran yang sudah dijanjikan diperubahan sudah barang tentu harus disiapkan dari mulai DPA, RKA dan Seterusnya.

”Sementara saat ini kita kan tahu perubahan sedang dievaluasi di Jawa Barat, namun saya pun mendengar kabar hari kemarin sudah ditandatangan. Dan jelas kamipun belum bisa melaksanakan sebelum ada tanda tangan Gubernur tentang SK perubahan APBD Kabupaten Garut. jadi kalaupun masyarakat menilai pembangunan lapang Voli tidak dibangun, jelas kita memang belum melakukan pembangunan, karena menunggu anggaran perubahan,” ujarnya.

Terkait dengan pemasangan prasasti penataan lapang yang sudah lama nampak terpasang, Kadispora akan segera langsung menelusuri.

“saya akan langsung cari tahu, seharusnya itu dipasang setelah pembangunan lapang selesai, dan itu ada kesalahan namun saya akan cari tau dulu, kemungkinan pemasangan prasasti tersebut hanya ingin meyakinkan kepada masyarakat bahwa betul pembangunan tersebut ada,” tegas Kuswendi.


SUMBER BERITA :
http://www.koran-fakta.com/pembangunan-lapang-voli-di-perum-cijati-asri-akan-dilakukan-dalam-perubahan/

Minggu, 05 November 2017

Wabup Garut : Pentingnya Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini



Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas memberikan pengaruh kerja nyata apabila didayagunakan dengan optimal. Selain itu, SDM merupakan faktor utama dan strategis bagi tercapainya keberhasilan pembangunan suatu bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman pada kegiatan pelatihan kewirausahaan dihadapan para ketua dan sekretaris karang taruna se-kabupaten Garut bertempat di Local Education Center (LEC), Sabtu (04/11/2017).

Menurut Wabup, dengan melihat perbandingan jumlah wirausahawan di negara maju dengan jumlah wirausahawan di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut, maka wajar jika laju pertumbuhan ekonomi dikabupaten Garut masih lambat.
“Oleh karena itu, diperlukan penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini kepada masyarakat,” teganya.

Wabup menyambut baik dengan adanya kegiatan ini sebab Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang bertujuan untuk mewujudkan generasi muda aktif dalam pembangunan Daerah pada umumnya.

Sementara itu ketua pelaksana kegiatan pelatihan kewirausahaan Didit mengatakan Sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan, Karang Taruna dituntut mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk kelestarian kahidupan bangsa dan negara.